Bumi dan langit adalah dua dimensi yang berbeda. Bumi terletak pada strata dibawah dibanding langit. Dan manusia ditakdirkan bisa menginjak bumi serta tak mampu menggapai langit. Bumi menawarkan hamparan kenyataan. Segala sesuatunya bisa diukur dan diperhitungkan. Keadaan tetap dan tidak berubah secara tiba-tiba. Sesuatu yang tidak bisa disamakan dengan langit. Karena langit menceritakan berbagai khayalan. Semua inti kehidupannya selalu bergerak dinamis dan penuh imajinasi. Tak terukur dan terkira dengan batasan yang hilang dalam penglihatan manusia.
Detik berganti menit, menit berubah hari, hari bertukar tahun, dan tahun pun terus menua oleh usia. Dan kini bumipun tak cukup luas untuk manusia. Manusia yang tidak hanya menerima kenyataan. Mereka menghargai daya khayal yang mereka miliki. Manusia pun berupaya menggapai langit dengan tidak menginjak bumi lagi. Melintasi langit pun tidak lagi menjadi batas khayal manusia. Langit yang dulunya hanya milik sang pencipta dan tak tersentuh oleh kenyataan dan pikiran.
Lalu apa yang membuat manusia berpikir bahwa khayalan itu adalah kenyataan? Karena diantara bumi dan langit ada impian. Jumlahnya jutaan, miliaran tak terbatas oleh ukuran dan kenyataan. Impian adalah keingintahuan dan harapan nyata. Manusia memilikinya, dan sebagian meyakini dan mampu menginjak bulan di langit. Tak semudah yang dipikirkan, karena ketika pertama kali manusia berjalan tak ada yang mampu berdiri tegap lalu terjatuh. Namun manusia bangkit dari jatuh dan mengulangi lagi untuk berdiri dan berjalan walau berulangkali pula terjatuh kembali karena ada impian di alam bawah sadar manusia bahwa berjalan itu bukanlah khayalan.
Impian itu hidup diantara kenyataan dan ketidakmungkinan. Impian itu nyata saat manusia tidak tertidur dalam kenyataan. Melakukan sesuatu untuk membuktikan bahwa pendapat ketidakmungkinan itu adalah salah. Mewujudkannya bukan hanya dengan ukuran dan perhitungan, juga dengan imajinasi dan khayal. Karena impian pun dapat hilang dalam tidur yang panjang. Dan menjadi bunga tidur yang mekar sehingga ketika terjaga kita hanya bisa berpijak diatas bumi dan tetap memandang langit diatas mata.