Powered By Blogger

Senin, 28 Februari 2011

Belajar Salah


Proses belajar adalah ketika kita mengetahui sesuatu itu apa sebabnya, kenapa terjadinya, di mana berawal dan berakhirnya, serta bagaimana proses itu berkembang. Kunci belajar adalah pertanyaan-pertanyaan. Hasil belajar merupakan jawaban dan penemuan. Belajar itu mencari jawaban yang tersembunyi dalam embrio pengetahuan. Jadi sebaiknya belajar itu membaca sesuatu yang menurut orang lain benar atau membuktikan bahwa tidak selama yang berada dalam buku itu benar? Itu yang menjadi tantangan dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Penemuan pada zaman dahulu efektif pada saat di temukan. Namun saat masa telah berganti, penemuan itu menjadi tidak efektif lagi karena mengalami perkembangan. Itulah yang menjadi inti dari belajar. Berkembang dari sesuatu yang benar menjadi lebih benar atau tepat. 
Seseorang merasa belajarnya tidak berkembang, dan tidak menambah ilmu yang ia dapat? Itu karena pandangan bahwa ilmu yang ia dapat selalu benar. Ia tidak berani berbuat salah karena asumsi bahwa yang ia lakukan adalah salah. Mengungkapkan sebuah kesalahan dalam kebenaran yang tidak benar terasa salah. Karena tidak bisa membuktikan bahwa yang ia katakan tidak salah. Derajat kebenaran itu berdasar asumsi atau bukti maupun saksi? Ilmupun tak selamanya teori, ada aplikasi walau banyak berasal dari inspirasi. Jawaban itu adalah kunci ilmu pengetahuan.

Minggu, 20 Februari 2011

Arti menulis dalam catatan perjalanan hidup

Menulis menjadi phobia sendiri dalam hidupku, mengukir kata dan melukis kalimat layaknya hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang berpengalaman dan bersifat profesional. Aturan penulisan yang baku, dengan pemerataan S-P-O-K yang detail membatasi hasrat ku yang lemah untuk memulai ayunan tanganku mengukir kata dan melukis kalimat. Terlihat puitis anggapan menulis bagiku, namun ukiran kata dan ukiran kalimat lah yang mendorong ku membaca bacaan sesuatu. Berjalan semakin ke depan, jiwa ku yang haus terlalu gamang dengan buku yang ku baca. Ilmunya menguap dalam perspektif dangkal yang tak mampu ku cerna.Aku merasa rugi ketika hanya membaca. Banyak ilmu dan pengalaman yang ku peroleh. Sedangkan aku tidak berkenan membagi pengalaman dan pengetahuan ku yang semakin lama ku pendam semakin membusuk di urai ulat-ulat malas. Aku ingin berbagi walau sedikit. Karena tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Walau aku sadar bahwa aku mendapatkannya dengan tangan di bawah terlebih dahulu.